Mau Meniru Orang Profesional? Hindari 6 Kata Ini Dari Prinsip Hidup Anda!?

Written by Dagum on February 24, 2021 in LIP with no comments.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sesuatu yang baik ditempat kerja akan meningkatkan prodiktifitas. Kode etik guru dengan jelas mengtakan bahwa “ guru menciptakan suasana sekolah dengan sebaik-baiknya yang menunjang yang berhasilnya proses belajar mengajar”. four.Azas Peradilan yang baik ialah prinsip-prmsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh Hakim dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan peradilan yang mandiri sesuai dengan aturan dasar berdasarkan ketentuan yang ada. Gunakan informasi, knowledge, fakta atau obsenrvasi terhadap fenomena yang terjadi untuk mereka pelajari, mereka fahami, dan mereka diskusikan. Guru harus memiliki kemampuan menggunakan informasi-informasi tersebut untuk mendorong perubahan pada para siswanya.

Etika merupakan ide – ide, cita – cita tentang dambaan kebaikan perbuatan atau perilaku manusia. Etika senantiasa memberikan contoh – contoh yang baik, sementara moral selalu memberi penilaian terhadap pelaksanaan dari contoh – contoh yang diberikan oleh etika. Oleh karenanya, orang yang beretika adalah orang yang memberi contoh perilaku keteladanan, sedangkan yang bermoral adalah dalam menjalani kehidupan sebagai pengemban profesi sebagaimana yang saya kutip dari pembelajaran Filsafat Ilmu Dr.Ahmad Rifai Abun . Selain etika ada juga yang disebut dengan istilah Moral yang berkenaan dengan perilaku perbuatan seseorang pada bidang kerja keahlian yang disebut profesi. Aristoteles merupakan filsuf pertama yang menempatkan etika sebagai cabang filsafat tersendiri. Aristoteles, dalam konteks ini, lebih menyoal tentang hidup yang baik dan bagaimana pula mencapai hidup yang baik itu.

Memang, kompetensi kepribadian bukan bagian dari bahan yang akan dan harus diajarkan para guru pada para siswa mereka, tapi merupakan kekuatan yang harus dimiliki setiap guru, agar dapat menghantarkan para siswanya menjadi orang-orang cerdas . Guru pintar tidak akan terlalu bermanfaat jika tidak memiliki komitmen untuk mengajar dengan baik. Komitmen untuk mengajar, membimbing dan mendampingi para siswanya belajar, merupakan bagian dari kompetensi kepribadian. Profesional sendiri termasuk orang yang memiliki pekerjaan atau profesi. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan kemampuan dan orang tersebut akan berpegang teguh pada nilai ethical yang terarah serta sesuai dengan dasar perbuatan.

Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang secara benar , seturut peraturan yang berlaku.

Loyalitas dimiliki oleh seorang profesional dengan mengerjakan sesuatu secara sunggug sungguh dan totalitas. Hal yang dikerjakan tidak dianggap sebagai beban yang merugikan kehidupannya, tetapi menjadikannya sebagai panggilan hidup. Mempunyai rasa simpati dengan rekan kerja atas keluhan kantor bisa menjadi cara yang bagus untuk obligasi, tapi tidak dengan bergosip. Bergosip menyebabkan kesalah pahaman dan ketidaknyamanan rekan kerja lainnya.

Menjadi seorang profesional di bidang pilihan kita berarti lebih dari sekadar mengenakan jas dan dasi atau memiliki gelar sarjana dan gelar yang terkenal. Profesionalisme juga berkaitan dengan bagaimana kita berperilaku selama bekerja. Standar profesioral menghendaki agar auditor tidak boleh mengasumsikan begitu saja bahwa manajemen Agen Bola Online adalah tidak jujur, tetapi juga tidak boleh mengasumsikan bahwa manajemen sepenuhnya jujur. Jadi auditor diminta agar tidak memiliki tingkat kepercayaan yang terlalu tinggi terhadap kliennya. Tetapi dalam praktiknya, seorang auditor seringkali menghadapi konflik sehubungan dengan tingkat kepercayaannya terhadap klien.

Bagaimana untuk selalu mempunyai sikap profesional

Dengan memiliki motivasi tersebut, seorang profesional akan tangguh dan mantap dalam menghadapi segala kesulitan yang dihadapinya. Dapat dikatakan bahwa seorang profesional harus mampu menjadi motivator bagi dirinya sendiri. Dengan menjadi motivator bagi dirinya sendiri, seorang profesional dapat membangkitkan kelesuan-kelesuan yang disebabkan oleh situasi dan kondisi yang ia hadapi. Dalam situasi dan kondisi apa pun, seorang profesional tetap harus bersemangat dalam melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. [newline]Dengan rasa cintanya, ia akan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap apa yang dilakukannya. Komitmen yang didasari oleh munculnya rasa bangga terhadap profesi dan jabatannya akan menggerakkan seorang profesional untuk mencari dan hal-hal yang lebih baik, dan senantiasa memberikan kontribusi yang besar terhadap apa yang ia lakukan.

Comments are closed.